Berita  

Uang Fasum Untuk Makam Warga Nuansa Asri dari Pengembang di Desa Pundong Raib Dialihkan

Radarposnusantara.id
Bisa dibayangkan betapa ngerinya persoalan yang satu ini, perumahan Nuansa Asri yang telah menyerahkan uang untuk Fasum Tanah makam dialihkan peruntukannya oleh Kepala Desa Pundong kecamatan Diwek Jombang. Awak media mencoba menulusuri apa yang sesungguhnya terjadi pada Rabu (01/11/2023).

Ketika awak media turun kelapangan menelusuri masalah tersebut, menemui Ketua RT dan Tokoh masyarakat di Perumahan Nuansa Asri mereka menjelaskan, ”Saya Ketua RT baru tiga bulan jadi tidak mengerti masalah tersebut mas, yang Mengerti Pak Imam RT yang lama, karena itu kebijakan pimpinan. Jadi kami tidak berani komen, mari kita kerumah pak Imam saja RT lama,”kata Bayu Ketua RT.

Setelah bertemu dengan Pak Imam awak media mendapat penjelasan bahwa Pengembang sudah menyerahkan Uang Fasum untuk lahan makam Rp 40 juta, untuk jalan paving Rp 10 juta dan untuk lahan makam Rp 30;juta, itu diberikan ke Kepala Desa tahun 201,” tutur Imam.

“Dan anggaran tersebut telah dikondisikan untuk membeli tanah makam tahun anggaran 2018, tetapi oleh Kepala Desa dialihkan untuk pembelian lampu penerangan untuk Desa Pundong, ada beberapa titik, ” ujar Imam.

“Saya sebagai RT atau tokoh masyarakat memang diprotes warga kami terkait masalah makam tersebut, akhirnya saya ketemu Kepala Desa, dan akhirnya dibuatkan surat kesepakatan yang ditanda tangani Kepala Desa, BPD, RT RW, dan tokoh masyarakat bahwa apabila warga perumahan nuansa Asri ada yang meninggal dunia boleh dimakamkan di makam dusun Dukuh milik empat dusun yaitu dusun Dukuh, Watutangi, Pundong dan Balongrejo, ” jelasnya.

Kemudian awak media bertanya, berarti ada pengalihan peruntukan ini kan merugikan warga Perumahan Nuansa Asri? Imam menjawab, “Tapi kan sudah ada kesepakatan, ” katanya.

Tetapi berdasarkan keterangan dari tokoh masyarakat sekitar yang enggan disebut namanya dalam pemberitaan menyampaikan, “Harusnya Kepala Desa tidak mengalihkan uang fasum makam tersebut karena itu untuk kepentingan warga perumahan nuansa Asri. Karena Rp 30 juta itu ditahun 2018 kalau dibelikan tanah katakan dapat 30 Ru/boto itu luasnya sekitar 1000 meter dan beli tanahnya harusnya gandeng dengan makam Dukuh sehingga nyambung kan beres. Karena tiap tahun jumlah populasi penduduk terus bertambah, “tuturnya.

Tapi anehnya sampai dengan sekarang ini jangankan lokasi makam, sejengkal tanah pun tidak ada. Sungguh sangat disayangkan, tempat yang harusnya amat sakral buat tidur panjang manusia tega-teganya dialihkan.

Perlu diketahui, perumahan tersebut masuk wilayah Dusun Watutangi Desa Pundong Kecamatan Diwek. Sementara makam dusun tersebut ikut Wilayah Dusun Dukuh Desa Pundong.

Dan masalah makam ini tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan konflik sosial dikemudian hari. Seharusnya pihak desa memberi solusi.

“Mestinya pihak desa bijaksana untuk segera memberi solusi dan jalan terbaik bagi seluruh warganya. Jangan sampai terjadi masalah sosial yang rumit dibelakang hari nanti. ” pungkas tokoh masyarakat ini. (Red/Seco).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *