Radarposnusantara.id — Bupati Jombang Warsubi/Kabar baik mengenai ditetapkannya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi utama penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) disambut penuh suka cita. Sinyal positif ini mengalir langsung dari jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Bupati Jombang, Warsubi, menyampaikan bahwa penunjukan daerah yang dipimpinnya sebagai tuan rumah forum tertinggi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut merupakan sebuah kehormatan luar biasa. Momentum ini dinilai sangat sakral bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Santri.
Apalagi, muktamar kali ini merupakan agenda yang sangat bersejarah lantaran menjadi forum nasional pertama setelah organisasi para kiai tersebut berhasil melewati usia satu abad dan resmi memasuki abad keduanya. Antusiasme warga lokal pun kini mulai merangkak naik.
“Ini adalah kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Kabupaten Jombang. Kami menyambut dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan atas ditetapkannya Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar NU ke-35,” ujar Bupati Warsubi saat dikonfirmasi media melalui telepon selulernya, dikutipĀ RMOLJatim, Jumat 10 Juli 2026.
Menurut pandangan Warsubi, Kabupaten Jombang memiliki hubungan historis dan emosional yang sangat erat dengan perjalanan panjang Nahdlatul Ulama dari masa ke masa. Jombang bukan sekadar wilayah geografis, melainkan episentrum pergerakan para kiai di tanah Jawa.
Kabupaten yang tersohor dengan julukan Kota Santri ini merupakan tempat lahir sekaligus tumbuh besarnya para ulama besar Nusantara. Tokoh-tokoh tersebut merupakan sosok kunci yang menjadi pendiri serta penggerak utama lahirnya jam’iyyah Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 silam.
Di antara para tokoh besar tersebut adalah Hadratussyekh KH M. Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, hingga KH Bisri Syansuri. Jejak sejarah kepemimpinan tiga serangkai pendiri NU ini tertanam kuat di bumi Jombang dan menjadi kiblat bagi warga nahdliyin.
Oleh karena itu, Warsubi melanjutkan bahwa pelaksanaan Muktamar NU di Jombang bukan sekadar agenda rutin organisasi berskala besar. Forum ini dipandang sebagai sebuah momentum bersejarah yang mengembalikan memori publik pada akar perjuangan asli para muassis atau pendiri NU.
Akar perjuangan tersebut mewariskan komitmen dalam membangun peradaban Islam yang moderat sekaligus kokoh. Selain itu, momentum kepulangan muktamar ke rahim kelahirannya ini diharapkan mampu meneguhkan kembali ikrar warga santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Jombang adalah rumah besar para ulama dan pesantren. Kami di jajaran pemerintahan dan mewakili masyarakat merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian dari sejarah besar Nahdlatul Ulama di abad kedua ini,” tutur bupati yang akrab disapa Abah Warsubi tersebut.
Guna menyongsong agenda kolosal yang diperkirakan bakal dihadiri oleh ribuan peserta dan jutaan penggembira ini, Pemerintah Kabupaten Jombang dipastikan tidak akan tinggal diam. Pihak Pemkab menyatakan siap memberikan dukungan penuh di berbagai lini demi suksesnya pelaksanaan muktamar.
Warsubi menegaskan bahwa berbagai aspek krusial akan menjadi perhatian bersama jajarannya dalam beberapa waktu ke depan. Fokus pembenahan dan persiapan tersebut mulai dari kesiapan infrastruktur jalan, pelayanan publik, sektor kesehatan, hingga jaminan keamanan di area steril.
Ia memastikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) akan bergerak aktif dan bersinergi secara vertikal maupun horizontal. Pemkab Jombang siap bekerja sama dengan panitia lokal, panitia pusat, serta berbagai pihak terkait demi kenyamanan para tamu.
Sinergi ini dibangun khusus untuk menyambut kedatangan para kiai sepuh, ulama karismatik, jajaran pengurus NU dari berbagai belahan dunia, serta jutaan warga nahdliyin yang diprediksi akan menyemut di kawasan Tambakberas pada akhir Agustus nanti.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi para tamu Muktamar NU. Semoga pelaksanaannya berjalan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat dan semakin memperkuat peran NU dalam menjaga persatuan bangsa,” pungkas Warsubi.
Penetapan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU ini sekaligus menegaskan posisi tawar Jombang sebagai ikon kota Santri dan salah satu pusat perkembangan Islam. Jombang kokoh sebagai daerah yang memiliki pengaruh nasional dalam perjalanan sejarah keislaman dan kebangsaan di Indonesinesia. (seco)












