Breaking News
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik. *Polda Jatim Beri Pendampingan Korban Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Kandung di Surabaya* *Polres Ngawi Beri Pelayanan Pengamanan Maksimal, Pengesahan Warga Baru PPSGR Berjalan Aman* *Edi Hasibuan: Meningkatnya Citra Polri Jadi Apresiasi Masyarakat atas Kinerja Kepolisian* *Polres Blitar Kota Amankan Tersangka Komplotan Perampok Lintas Daerah Sasar Minimarket*

*Rekrutmen Anggota Polri Jalur Santri dan Hafidz Qur’an Mendapat Dukungan Tokoh Agama Bojonegoro*

Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah membuka penerimaan anggota baru untuk Tahun Anggaran 2025 dengan memberikan prioritas khusus kepada para santri dan hafiz Al-Qur’an.

Rekrutmen khusus bagi santri dan hafiz Al-Qur’an ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius dan kedisiplinan yang sudah tertanam dalam diri para santri.

Polri berharap para calon anggota yang berasal dari jalur ini dapat membawa dampak positif dengan mengedepankan moralitas tinggi di tengah masyarakat.

Langkah ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, terutama dari para ulama dan tokoh agama, yang melihat kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat moralitas dan akhlak di dalam institusi kepolisian.

Salah satu tokoh agama yang memberikan dukungan adalah KH. Alamul Huda Masyhur, pengasuh Pondok Pesantren Al Rosyid di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Gus Huda, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa rekrutmen ini sejalan dengan semangat untuk memperkuat akhlak dan moralitas di kalangan anggota kepolisian.

Menurutnya, para santri yang sudah terbiasa dengan kedisiplinan dan penguasaan ilmu agama memiliki potensi besar untuk berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban bangsa.

Gus Huda juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, atas kebijakan ini.

“Ini adalah langkah yang sangat positif. Kami mengapresiasi perhatian Polri terhadap potensi yang dimiliki oleh para santri,” ungkapnya,Kamis (20/2).

Menurut Gus Huda, kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini menjadi bukti nyata dari komitmen Polri untuk menjaga integritas dan moralitas dalam setiap aspek tugas kepolisian.

Selain itu juga wujud upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat, terutama dengan dunia pesantren yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter bangsa.

“Saya yakin, dengan bekal ilmu agama yang kuat, nantinya akan menjadi Polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak yang tinggi,” pungkasnya.

Diharapkan kebijakan ini juga dapat mempererat hubungan antara Polri dan pesantren, yang telah lama menjadi pilar penting dalam kehidupan beragama di Indonesia.

Sebagai informasi, pendaftaran untuk seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2025 telah dibuka secara resmi mulai tanggal 5 Februari hingga 6 Maret 2025, melalui laman resmi penerimaan Polri di penerimaan.polri.go.id atau datang langsung ke Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Bojonegoro pada jam kerja.

Program ini menjadi kesempatan besar bagi para santri untuk mengabdi kepada negara dan memperkuat keberagaman nilai di dalam institusi kepolisian. (seco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *