Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Kepolisian Resor Madiun Kota Polda Jatim melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung serentak, di wilayah kelurahan Banjarejo Kecamatan Taman Kota Madiun, Selasa (18/2) kemarin.
Kegiatan tersebut dalam Rangka Mendukung Program Asta Cita Presiden RI untuk ketahanan pangan.
Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto, SIK,.MH bersama Jajaran forkopimda, Pj. Walikota Madiun Eddy Supriyanto , S.STP., M.PSDM dan Walikota Madiun terpilih DR.H Maidi.
AKBP Agus Dwi mengatakan, Panen Raya Jagung tersebut dilakukan di lahan seluas 2 hektar dengan hasil 0,5 Ton Jagung.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Madiun Kota Polda Jatim bersama Pemerintah Kota Madiun dan kelompok tani setempat.
“Program Ketahanan Pangan ini sebagai wujud implementasi mendukung program Asta Cita yang telah mencanangkan swasembada pangan sebagai bagian dari sistem ketahanan nasional,” kata AKBP Agus Dwi.
Ia menyampaikan terimakasih semua unsur terkait yang ikut mendukung program Asta Cita terkait ketahanan pangan.
“Akhirnya Polres Madiun Kota melakukan panen perdana terhadap lahan jagung yang 3 bulan lalu ditanam,” ungkap AKBP Agus Dwi.
Untuk hasil panen jagung ini langsung diberikan kepada masyarakat.
Tidak hanya jagung, warga juga mendapat tambahkan vitamin, susu, dan telor.
“Agar anak – anak kita terpenuhi gizinya,” tambah AKBP Agus Dwi.
Diharapkan kegiatan panen raya jagung ini dapat bermanfaat untuk para petani terutama bagi warga masyarakat Kota Madiun.
“Terimakasih untuk semua yang sudah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ungkap AKBP Agus Dwi.
Sementara itu Pj Walikota Madiun Eddy Supriyanto mengapresiasi, mensuport Apa yang telah dilaksanakan oleh Polri dan TNI dalam upaya swasembada pangan dan manfaatnya juga kembali masyarakat.
“Untuk keberlanjutan kita akan upayakan lahan lahan kosong yang lain bisa ditanami jagung,” kata Eddy Supriyanto.
Turut hadir dalam kegiatan antara lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun, Ketua serta pengurus Bhayangkari Cabang Madiun Kota Ny.Dyas Agus, Kapolsek Jajaran Polres Madiun Kota, Forkopimcam Taman, Petani, Warga Masyarakat Setempat. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.