Breaking News
*Polres Jombang Edukasi Literasi Artificial Intelligence Kepada Pelajar SMK 1 Muhamadiyah Jogoroto, Jombang* Refleksi Hari Pramuka, Irjen Pol (Purn) Susilo Ingatkan Pentingnya Menjaga Jiwa Kepramukaan Untuk Energi Masa Depan Bangsa *Polres Lumajang Amankan Tiga Tersangka Komplotan Pencurian Berkedok Investasi Fiktif* *Polres Lumajang Amankan Tiga Tersangka Komplotan Pencurian Berkedok Investasi Fiktif* LUMAJANG – Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang Polda Jatim mengamankan Tiga orang yang diduga terlibat dalam komplotan penipuan dan pencurian berkedok investasi fiktif dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Ketiga terduga pelaku berinisial Ketiga AWA, AM, dan AS diamankan di sebuah hotel di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (9/8/2026) malam. Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah seorang warga Kabupaten Bantul Yogyakarta menjadi korban pencurian uang tunai sebesar Rp 1 miliar di Jalan Brigjen Katamso Lumajang, Kamis (6/8/2026). “Korban awalnya berkomunikasi dengan seseorang terkait rencana investasi. Selanjutnya disepakati untuk bertemu di Lumajang,” kata AKBP Riki, Jumat (14/8/2026). Kapolres Lumajang mengatakan, dijemput dari salah satu Hotel di Lumajang dan bersama-sama menuju sebuah rumah di Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. “Sebelum bertemu para pelaku, korban telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 1 miliar,” terang AKBP Riki. Uang tersebut rencananya diserahkan untuk investasi menggunakan nama sebuah yayasan pendidikan yang berada di Yogyakarta. Dalam skenario investasi tersebut, korban dijanjikan uangnya akan dikelola untuk proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur yayasan di bidang pendidikan. Korban juga dijanjikan pengembalian modal sekaligus keuntungan dengan total mencapai Rp 4,8 miliar atau sekitar 60 persen dalam jangka waktu 10 tahun. Setelah berbincang mengenai investasi, korban kemudian diminta memperlihatkan uang yang dibawanya. Saat itu, uang Rp 1 miliar berada di dalam koper dan dibungkus menggunakan dua plastik yang masing-masing plastik berisi uang tunai sebesar Rp 500 juta. “Setelah uang diperlihatkan, dua plastik berisi uang tersebut langsung dibawa oleh AWA yang kemudian melarikan diri ke arah belakang rumah,” ujar AKBP Riki. Pada saat bersamaan, seorang lainnya yang berada di lokasi juga melarikan diri melalui bagian depan rumah. Merasa ada hal yang tidak beres, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Lumajang. Dari hasil penelusuran, Polisi memperoleh identitas AWA, warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. “Personel kemudian melakukan pengembangan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan informan hingga akhirnya berhasil kami tangkap,” jelas AKBP Riki Saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut. (*) *Polres Ngawi Siapkan Layanan Pengamanan Overland Lintas Negara di Rest Area Tol 575A*

*Polres Jombang Cek Ketersediaan LPG 3 Kg di SPBE Pastikan Distribusi Lancar*

Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Menindaklanjuti adanya isu kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Jombang, Satreskrim Polres Jombang melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) melaksanakan pengecekan langsung ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

Ditemui di sela pemantauannya, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jombang, Ipda Heru Prastyo mengatakan, pihaknya bersama intansi terkait, terus melakukan pengecekan termasuk di pangkalan ataupun agen.

“Kami cek ketersediaan stok, proses distribusi, serta mekanisme penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi kepada para agen,” ujar Ipda Heru di salah satu SPBE, Sabtu (11/4/2026).

Hasil pemantauan di lapangan juga menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan konsumsi LPG 3 kilogram di tengah masyarakat.

“Ada kendala distribusi dari Depo Pertamina Surabaya yang sempat terjadi sebelumnya, namun kini telah kembali normal sejak awal April 2026,” ungkap Ipda Heru.

Sementara itu Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR melalui Kasat Reskrim AKP Dimas Robin Alexander menerangkan kegiatan pengecekan ini merupakan langkah antisipatif atas respon keluhan masyarakat.

AKP Dimas Robin Alexander menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal distribusi LPG bersubsidi agar tetap aman dan tepat sasaran.

“Kami memastikan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram akan terus dilakukan secara intensif,” tegasnya.

Masih kata AKP Dimas,pengawasan itu penting untuk menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi serta mencegah adanya praktik penyalahgunaan maupun penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari hasil pengecekan di lapangan, ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Jombang dalam kondisi aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan di masyarakat.

“Sementara ini hasil pengecekan si lapangan masih aman, distribusi juga berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (seco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *