Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Polresta Banyuwangi Polda Jatim bersama seluruh Polsek yang ada di jajaran terus menggelorakan swasembada pangan demi terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Seperti halnya yang dilaksanakan Polsek Tegaldlimo, Polresta Banyuwangi, bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Purwo Maju Sejahtera yang menanam jagung di lahan Perum Perhutani, petak 127 BKPH Blambangan Alas Purwo, Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.
Tanaman jagung di lahan seluas 2 hektar yang ditanami varietas jagung P 27 Gajah berusia 105 hari kini sudah siap dipanen.
Kapolsek Tegaldlimo, IPTU Sadimun, S.H., beserta jajaran hadir langsung dalam kegiatan panen tersebut bersama Mantri Perhutani, Ketua KTH Purwo Maju Sejahtera, serta para anggota kelompok tani.
Kapolsek Tegaldlimo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung ketahanan pangan yang menjadi program strategis pemerintah.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut berperan dalam kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian,” ujarnya, Sabtu (8/3).
Lebih lanjut, setelah panen tahap I ini, lahan akan kembali ditanami jagung dan diperkirakan siap panen dalam tiga bulan ke depan.
Ketua KTH Purwo Maju Sejahtera, Sunyono, mengapresiasi dukungan dari Polsek Tegaldlimo dan berharap program ini dapat terus berlanjut guna meningkatkan hasil pertanian masyarakat.
“Panen raya ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi antara Polri, petani, dan instansi terkait dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Banyuwangi, ” ujar Ketua KTH Purwo Maju Sejahtera, Sunyono.
Sunyono bilang, lahan tersebut akan segera ditanami kembali bersama Polresta Banyuwangi Polda Jatim setelah panen tahap I. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.