Pemerintah Desa Ngudirejo,Jombang Gelar Rutinan Kirim Do’a Para Leluhur Setiap Jum’at Legi Ditandai Tumpengan

Radarposnusantara.id —
Untuk mengharap Ridho-Nya
Pemerintah Desa Ngudirejo,Kecamatan Diwek , Kabupaten Jombang , setiap Hari Jum’at legi mengadakan rutinan kirim Do’a leluhur bertempat di Pendopo Balai Desa , Jum’at legi (3/7/2026) mulai pukul 11,00 Wib-selesai.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendo’akan arwah para leluhur (babat alas,red) supaya di ampuni dosanya,diterima amal ibadahnya dan mendapat tempat disisi-Nya.

Dalam acara tersebut hadir Camat Diwek beserta Forkopimcam , Kapolsek Diwek beserta anggota , Babinsa,Babinkamtibmas, Kepala Desa Ngudirejo beserta perangkat,Tokoh Agama ,Tokoh Masyarakat serta warga masyarakat sekitarnya.

H Lantarno S,Sos dalam sambutannya mengucapkan syukur alhamdulillah atas rahmat dan nikmat yang telah di berikan.

” Kami (kades,red) mengucapkan puji syukur alhamdulillah atas rahmat dan nikmat yang telah di berikan Alloh SWT kepada kita yang berupa kesehatan,kekuatan ,rejeki yang berkah dan di mudahkan segala urusan ,” ucapnya.

Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhamad SAW yang telah membimbing kita ke jalan yang benar yakni berupa syari’at Agama Islam.

” Atas nama Pemerintah Desa Ngudirejo, kami bersama perangkat dan warga masyarakat setiap hari Jum’at legi mengadakan acara rutinan kirim Do’a para leluhur, sesepuh dan yang bau rekso Desa (danyang kaki danyang,red) atas jasanya yang sudah bersusah payah membangun Desa,” paparnya
” Tanpa jasanya mustahil akan terwujud suatu Desa Ngudirejo yang kita cintai, kami berharap lewat iringan Do’a arwahnya di terima dan mendapat tempat di Syurganya Alloh SWT ,” Pungkasnya
Sementara pantauan awak media Radarposnusantara.id, suasana di Pendopo Balai Desa, semua yang hadir nampak bersemangat saat makan tumpeng bersama, pertanda acara berjalan lancar, aman dan damai sesuai yang di harapkan.

Dari rangkaian acara awal hingga akhir tercipta suasana damai dengan harapan Desa Ngudirejo menjadi Desa Mandiri dan Berkembang, terhindar dari wabah dan bencana sebagai desa yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur , gemah ripah loh jinawi.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *