Radarposnusantara.id — Program Humas RSUD Jombang Meyapa kali ini mengambil tema Mindfull eating untuk mencegah penyakit tidak menular (PTM), hadir sebagai narasumber Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, S.Gz, Dietisien. (13/8/2025)
Mindful eating adalah cara untuk menikmati asupan makanan dengan kesadaran secara maksimal, sekaligus pengalaman makannya. Menurut Evi hal ini sering dianggap receh tapi sebenarnya penting, karena jika tidak dilakukan akan berakhir pada penyakit tidak menular yang grafiknya sekarang naik seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, stroke dll.
” Hari ini kebiasaan orang makan hanya untuk mengatasi rasa lapar sehingga terburu buru, (mindless eating), Juga Multitasking eating makan sembari melakukan kegiatan lain seperti scroll hp, bekerja, sehingga kita mungunyah makanan sangat cepat dan tidak memperhatikan porsi dan asupan untuk tubuh kita.hal ini semua kebalikan dari mindful eating. ” Papar Evi.
Menurut Dietisien lulusan Universitas Brawijaya ini kita bisa memulai mindful eating dengan menetapkan jadwal waktu makan, sehingga kita makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.
“Kita siapkan jadwal makan 10 sampai 30 menit, Agar kita bisa benar benar merasakan nikmatnya makan, tanpa dipengaruhi kegiatan lain. Untuk menambah mindfull eating kita bisa menyiapkan makanan sendiri, sehingga kita bisa menyiapkan porsi dan asupan yang dibutuhkan tubuh kita sesuai Literasi gizi (healthy eating literacy). Kalau kita beli setidaknya kita tahu bahan apa saja yang diolah. Sehingga kita peka akan tubuh kita dan tahu yang dibutuhkan. ” Jelasnya.
Dijelaskannya juga bagaimana pentingnya cara menikmati makanan dengan mengunyah perlahan.
“Kita harus mengunyah makanan sampai halus kerena di dalam mulut kita sebagai saluran cerna pertama terdapat enzim saliva untuk mengaktifkan hormon disaluran pencernaan, sehingga jika kita makan dengan terburu buru enzim saliva ini tidak sempat keluar dan melapisi makanan langsung masuk ke kerongkongan dan dikenali saluran cerna kita berikutnya” Terangnya.
Ditambahkan nya juga untuk beberapa makanan olahan yang sudah halus seperti jus buah dll, sebaiknya kita menahan makanan tersebut di mulut beberapa waktu kemudian ditelan pelan pelan sehingga memungkinkan enzim saliva bisa keluar.
Dipaparkan Evi mengapa mindful eating sangat berpengaruh dengan penyakit tidak menular dan apa manfaatnya.
“Dengan Mindful eating akan membentuk kebiasaan pola makan teratur dan peka,maka porsi akan terjaga tidak berlebihan. Semakin peka kita akan lebih selektif dalam memilih makanan dan asupan yang dibutukan tubuh kita. Sehingga kita tidak obesitas, kerena obesitas adalah pintu utama terkena penyakit tidak menular. Tandasnya.
Dalam perkenalannya sebagai narasumber Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, S.Gz.Dietisien dan saat ini menjabat Kepala Instalansi Gizi RSUD Jombang.
Dijelaskannya Instalasi gizi di RSUD jombang mempunyai 4 tugas pokok
1.Penyelenggaraan makan pasien
2.Pelayanan Gizi rawat inap
3.Pelayanan Gizi Rawat Jalan
4.Penelitian dan pengembangan gizi terapan
Ditambahkanya pula terkait pelayanan online Instalansi Gizi RSUD Jombang mempunyai sistem konsultasi gizi online (sikozion)
” Untuk konsultasi gizi dan Literasi gizi (healthy eating literacy) yang tepat,masyarakat bisa menghubungi/mengakses 24 jam di sikozion.rsudjombang.com yang nantinya akan akan terhubung langsung melalui whatsapp petugas instalansi gizi diwaktu jam kerja. ” Imbuhnya. (seco)
Berita Terkait
*Polda Jatim Ziarah dan Tabur Bunga di TMP, Kenang Jasa Pahlawan Jelang Hari Bhayangkara ke-80* SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November Surabaya dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara yang dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Jatim dan anggota. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, ziarah dan tabur bunga menjadi tradisi yang sarat makna dalam setiap peringatan Hari Bhayangkara. Menurut Kombes Abast, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa meneladani semangat juang para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. “Ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” ujar Kombes Abast. Kabid Hunas Polda Jatim juga menegaskan, semangat pengabdian, pengorbanan, serta loyalitas para Pahlawan akan menjadi teladan bagi Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Masih kata Kombes Abast, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polda Jatim untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin meneguhkan komitmen Polri, khususnya Polda Jawa Timur, untuk terus hadir sebagai institusi yang Presisi, humanis, serta semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Kombes Abast. Ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi simbol penghargaan mendalam atas pengorbanan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai patriotisme dan pengabdian harus terus dijaga dan diwariskan kepada setiap generasi penerus, termasuk seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. (*)
*Polda Jatim Ziarah dan Tabur Bunga di TMP, Kenang Jasa Pahlawan Jelang Hari Bhayangkara ke-80* SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November Surabaya dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara yang dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Jatim dan anggota. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, ziarah dan tabur bunga menjadi tradisi yang sarat makna dalam setiap peringatan Hari Bhayangkara. Menurut Kombes Abast, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa meneladani semangat juang para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. “Ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” ujar Kombes Abast. Kabid Hunas Polda Jatim juga menegaskan, semangat pengabdian, pengorbanan, serta loyalitas para Pahlawan akan menjadi teladan bagi Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Masih kata Kombes Abast, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polda Jatim untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin meneguhkan komitmen Polri, khususnya Polda Jawa Timur, untuk terus hadir sebagai institusi yang Presisi, humanis, serta semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Kombes Abast. Ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi simbol penghargaan mendalam atas pengorbanan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai patriotisme dan pengabdian harus terus dijaga dan diwariskan kepada setiap generasi penerus, termasuk seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. (*)