Radarposnusantara.id – Polres Jombang Polda Jatim, Polres Pasuruan Kota Polda Jatim bersama Insan Pencak Silat se-Kota Pasuruan menggelar kegiatan kerja bhakti sosial.
Kegiatan dengan mengangkat tema “Pesilat Adalah Insan Yang Berbudi Pekerti Luhur” itu dilakukan dengan membersihkan sampah di sepanjang Jalan Gajahmada, Jalan Erlangga, dan Jalan Panglima Sudirman. Minggu (16/2/2025).
Kerja Bakti diikuti oleh perwakilan dari berbagai perguruan silat, seperti Persinas Asad P. Tri, Ketua PSHT Cabang Kota Pasuruan Adi Satupan, Ketua Perguruan Ciung Elang Masrukhin, Ketua Perguruan Pencak Organisasi Eki, dan sekitar 300 peserta lainnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Waka Polres Pasuruan Kota Kompol Andria Diana Putra, Kabag OPS Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful Mbk, Kasat Intelkam Polres Pasuruan Kota AKP Pujiyono, serta 30 personel pengamanan Polres Pasuruan Kota.
Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftahul mengatakan kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahmi, sinergisitas, dan kekompakan.
Bukan hanya antara Polres Pasuruan Kota dengan insan pencak silat se-Kota Pasuruan, tetapi juga kekompakan antar-perguruan silat.
“Kami mengajak seluruh perguruan silat yang berada di Kota Pasuruan untuk tetap menjaga kekompakan antar-perguruan silat, menjaga koordinasi dan komunikasi yang baik, dan tidak mudah terprovokasi berita hoaks yang bisa memecah belah persatuan,” ujarnya, Minggu (16/2/2025).
Setelah kegiatan bersih-bersih itu, seluruh peserta mengikuti acara ramah tamah dan makan bareng di halaman Polres Pasuruan Kota.
Ketua PSHT Cabang Kota Pasuruan, Adi Satupan menyampaikan rasa terima kasih kepada Polres Pasuruan Kota yang telah mengadakan acara kerja bakti.
“Terima kasih kepada Kapolres Pasuruan Kota yang sudah memberi keamanan dalam berjalannya kegiatan dan terima kasih juga kepada perguruan silat lainnya yang sudah ikut hadir dalam kegiatan kerja bhakti ini,” terang Adi.
Dengan adanya sinergitas antara Polres Pasuruan Kota dan Insan Pencak Silat, diharapkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota Polda Jatim dapat terus terjaga.(seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.