Radarposnusantara.id – Ketua BPD Pundong merasa tidak ada musdes terkait dana fasum untuk perluasan makam.
Permasalahan dugaan pengalihan uang Fasum makam yang dialihkan untuk penerangan makam Dukuh Desa Pundong kecamatan Diwek kabupaten Jombang yang kembali mencuat menjadi perbincangan warga Desa Pundong, Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Setelah awak media konfirmasi kepada Kepala Dusun Dukuh, Watutangi, Balongrejo dan Dusun Pundong di kediamannya hanya berhasil ketemu dengan Singgih Mujiono Kasun Balongrejo.
Dari penjelasannya ia menerangkan bahwa, pihak 4 Dusun pernah menerima uang dari pemerintah Desa (Kepala Desa Pundong) katanya uang untuk peresmian perumahan Nuansa Asri. “Benar saya pernah diberi uang dari pemerintah Desa ( kepala desa) tapi bukan uang fasilitas umum untuk makam. Kata Bu Kepala Desa Pundong ini uang dari pengembang untuk peresmian perumahan, ” tutur Singgih.
“Setelah itu tejadi ribut – ribut dan perbincangan warga Pundong terkait masalah tersebut, dan Kepala Desa bilang uang itu adalah uang untuk pembelian fasum makam untuk warga perumahan Nuansa Asri. Akhirnya saya dan Kasun lain serta BPD mengembalikan uang tersebut ke (pemerintah Desa) atau kepala Desa. Selanjutnya oleh kades katanya uangnya dialihkan untuk beli lampu penerangan jalan, ” jelas Singgih tidak menjelaskan berapa uang yang telah diterimanya, “ungkap nya.
Kemudian Ketika awak media konfirmasi kepada Ketua BPD Bapak Roni, apakah bapak tahu tentang masalah fasum dari pengembang Nuansa Asri yang dialihkan untuk penerangan makam Dukuh? Ia menjawab, “Sebagai mitra Kepala Desa Pundong seingat saya tahun 2018 kami pernah Musdes terkait penerangan makam, tetapi dari anggaran lain yaitu dari DD atau ADD dan tidak ada pembahasan masalah pengalihan fasum makam untuk dialihkan untuk lampu penerangan makam” tutur Roni.
“Saya juga kaget kok dalam pemberitaan pemerintah Desa Pundong dapat uang fasum dari pengembang sebesar Rp 40 juta terbagi dua, untuk fasum makam dan untuk paving jalan perumahan Rp10 juta. Karena Pemerintahan Desa tidak pernah konfirmasi kepada BPD terkait masalah tersebut.
Roni juga menyampaikan tahun 2018 ia di datangi anggota BPD dikasih uang Rp 300 ribu. “Seingat saya waktu tahun 2018 ada anggota BPD kerumah menyerukan uang tersebut, kata sebagai rasa terima kasih dari pengembang Nuansa Asri, ” kata Roni.
“Kemudian warga ribut terkait fasum makam akhirnya saya mengembalikan uang tersebut ke Desa, karena tidak etis kalau saya Terima uang tersebut, ” jelas Ketua BPD Pundong.
Roni menambahkan, “Karena fasum makam untuk warga yang menempati perumahan Nuansa Asri tersebut belum terealisasi, kami menganggap uang tersebut masih utuh. Karena belum ada Musdes tentang pengalihan fasum makam untuk penerangan makam. Dan kami juga tidak diberitahu oleh pemerintahan Desa berapa jumlah uang yang diterima dari pengembang, tahu kami dari pemberitaan, ” tegasnya.
Ketika awak media bertanya, kapan meminta penjelasan ke pemerintah Desa Pundong terkait masalah fasum makam, Roni menjawab, “Karena berita terdahulu sudah saya share ke grup Desa dan Facebook masyarakatnya Desa Pundong, maka kami akan koordinasi dengan anggota BPD kapan dilaksanakan rapat terkait masalah fasum makam untuk penghuni perumahan Nuansa Asri, ” pungkasnya. (seco)












