Breaking News
*Polres Malang Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah Sambut Hari Bhayangkara ke-80* *Polres Ngawi Tingkatkan Patroli Malam, Tindak Balap Liar dan Kendaraan Tak Sesuai Spektek* *Polres Ngawi Tingkatkan Patroli Malam, Tindak Balap Liar dan Kendaraan Tak Sesuai Spektek* NGAWI – Polres Ngawi Polda Jatim melaksanakan patroli malam di sepanjang Jalan Ngawi–Paron guna mengantisipasi aksi balap liar dan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknik (Spektek) termasuk penggunaan knalpot brong yang meresahkan masyarakat, Sabtu (6/6/26). Dalam kegiatan patroli tersebut, petugas Satlantas Polres Ngawi menemukan sejumlah pelanggaran lalu lintas yang berkaitan dengan balap liar dan kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis. Terhadap para pelanggar, petugas langsung melakukan tindakan tegas berupa penilangan sesuai ketentuan yang berlaku. Kapolres Ngawi,AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Yuliana Plantika menyampaikan bahwa patroli dan penindakan akan terus dilakukan secara rutin sebagai upaya menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif. Ia menegaskan, balap liar dan penggunaan knalpot brong tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. “Oleh karena itu, kami akan terus melaksanakan patroli serta penegakan hukum secara tegas terhadap para pelanggar,” tegasnya. Polres Ngawi Polda Jatim juga mengimbau kepada para pengguna jalan, khususnya kalangan generasi muda, agar tidak melakukan balap liar dan selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Dengan adanya patroli dan penindakan tersebut, diharapkan situasi kamtibmas serta kamseltibcarlantas di wilayah Kabupaten Ngawi tetap aman, tertib, dan kondusif. (*) *Polres Bondowoso Bongkar Jaringan Narkoba Antar Wilayah, Ribuan Pil Koplo dan Puluhan Paket Sabu Disita* *Wujud Dukungan Ketahanan Pangan, Polisi Kawal Pengiriman 10 Ton Jagung ke Bulog Jombang*

Di Trenggalek Polisi Inovatif Padamkan Karhutla pada Ketinggian Pakai Alat Damkar Mini Pakai Motor

Radarposnusantara.id – Polres Jombang Polda Jatim, Polsek Durenan Polres Trenggalek membuat inovasi alat pemadam kebakaran mini. Alat pemadam kebakaran mini ini berfungsi untuk menjangkau titik-titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak dapat dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran (Damkar).

Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono mengatakan pada musim kemarau ini Karhutla berulangkali terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Celakanya, Karhutla tersebut terjadi di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran terutama jika di ketinggian hutan dengan akses jalan yang minim.

Selain itu, material yang terbakar lebih banyak ilalang dan rumput kering sehingga cepat menyebar.

“Pemadam kebakaran mini ini cukup efektif untuk digunakan memadamkan api. Sudah dipraktikkan dan terbukti bisa memadamkan api dengan cepat,” ucap AKBP Gathut, Selasa (14/11/2023).

AKBP Gathut Bowo menjelaskan, pemadam kebakaran mini ini menggunakan sepeda motor Bhabinkamtibmas dan alat semprot padi yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi alat pemadam kebakaran.

Namun dalam praktiknya sering kali kehabisan air, sementara area yang harus dipadamkan masih cukup luas.

Berangkat dari situ Polsek Durenan menggunakan kendaraan patroli sebagai water supply berkapasitas 1.000 liter.

“Sehingga ada tiga perangkat yang dibawa, yang pertama alat semprot manual yang dibawa oleh anggota, yang kedua alat penyemprot menggunakan sepeda motor dan yang ketiga water supply,” lanjutnya.

Untuk alat pemadam kebakaran yang dibawa oleh anggota membawa dua jeriken yang ditempatkan di sisi kanan dan kiri serta dilengkapi jet pump yang dihubungkan dengan selang panjang.

“Dengan demikian dapat digunakan untuk memadamkan api dengan jangkauan semprotan yang lebih luas. Tinggal tarik selang langsung semprot,” tambah AKBP Gathut.

Jika air habis, petugas tinggal mengisi kembali melalui kendaraan water supply yang sudah siap di lokasi terdekat.

“Harapannya perangkat pemadam kebakaran ini dapat diimplementasikan oleh Polsek jajaran lainnya, sehingga dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di masing-masing wilayah dapat lebih cepat dan tidak meluas,” pungkasnya. (seco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *