Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Memasuki bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M, Polres Probolinggo Polda Jatim beserta polsek jajarannya, akan meningkatkan patroli khususnya saat malam hari hingga waktu sahur.
Patroli tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat bulan suci Ramadhan dan menyambut Idul Fitri 1446 H/2025.
Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan selama Ramadhan pihaknya akan melakukan Patroli KRYD dan meningkatkan sinergitas dengan jajaran TNI untuk membuat situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Menjelang dan saat bulan Ramadhan, Polres Probolinggo dan Polsek jajaran akan lebih aktif untuk berpatroli demi menjaga kamtibmas tetap kondusif,” kata AKBP Wisnu, Jumat (28/2/2025).
AKBP Wisnu juga memberikan himbauan kamtibmas agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beribadah di bulan Ramadhan 1446 H.
Berikut himbauan Kapolres Probolinggo untuk masyarakat selama bulan Puasa Ramadhan dan Idul Fitri :
– Dilarang menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi, serta melakukan konvoi, arak-arakan kendaraan, dan balap liar.
– Tidak berkeliling disertai penggunaan sound yang keras untuk membangunankan warga saat sahur
– Tidak bermain petasan atau bahan peledak lainnya, serta tidak bermain perang sarung yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan diri sendiri serta orang lain
– Menghindari kegiatan pertemuan, nongkrong atau berkumpul yang bisa berujung terjadinya tawuran, atau perkelahian khususnya bagi para remaja.
– Meningkatkan iman dan taqwa, serta hindari kegiatan yang tidak bermanfaat dan dapat mengurangi nilai ibadah puasa.
– Tetap menjaga toleransi dan saling menghargai antar umat beragama, agar kerukunan tetap terjaga
– Selalu waspada terhadap segala jenis kejahatan dan pastikan rumah dalam keadaan terkunci dan aman saat ditinggalkan, serta jangan lupa mematikan kompor saat tidak digunakan. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.