Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Bripda Muhammad Firman, Anggota Satuan Samapta Polres Probolinggo Kota Polda Jatim mencatatkan prestasi yang membanggakan dalam ajang Kejuaran International Kasal Cup 2025 yang berlangsung di Gor Amongraga Badung Bali mulai tanggal 14-16 Februari 2025.
Keberhasilan ini bukan hanya menambah koleksi medali, tetapi juga menunjukkan dedikasi dan semangat juang yang tinggi.
Bripda Firman menjadi sorotan utama dengan meraih juara Satu dalam kategori individu poomsae TNI Polri Putra.
Keberhasilannya menjadi salah satu penanda bahwa anggota Samapta tidak hanya siap menghadapi tantangan di lapangan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
Kapolres Probolinggo Kota AKBP Oki Ahadian mengapresiasi prestasi yang diperoleh Bripda Muhammad Firman yang berhasil meraih prestasi gemilang dalam Kejuaran International Kasal Cup 2025.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat yang ditunjukkan oleh anggota,” ungkap AKBP Oki, Kamis (20/2).
Menurut AKBP Oki, meraih juara bukan hanya sekadar trofi, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan disiplin yang dimiliki oleh anggota kepolisian.
Kapolres Probolinggo Kota berharap, prestasi ini dapat memotivasi anggota lain untuk terus berlatih dan berprestasi. Baik dalam bidang olahraga, maupun tugas sehari-hari.
“Dengan semangat juang yang ditunjukkan, diharapkan para anggota Samapta dapat terus berprestasi dan menginspirasi generasi muda untuk mengikuti jejak mereka dalam dunia olahraga,” ujar AKBP Oki.
Kejuaraan ini menjadi ajang bergengsi bagi para atlet taekwondo dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Dengan pencapaian ini, diharapkan semakin banyak anggota kepolisian yang termotivasi untuk mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian latihan berskala internasional TNI AL, yaitu 5th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025.
Kehadiran enam negara sahabat—Korea, Malaysia, Singapura, Filipina, Uzbekistan, dan Timor Leste—telah memberikan warna tersendiri dan menjadikan ajang ini sebagai wahana pembelajaran serta pengembangan diri menuju level yang lebih tinggi. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.