Radarposnusantara.id — M. Rony, panen raya tembakau di Utara Brantas Kabupaten Jombang meningkat.
Tahun 2024 produksi tembakau di Kabupaten Jombang bisa disebut sukses besar dan meningkat, Minggu (29/9/2024).
Cuaca yang mendukung membuat produksi tembakau di utara brantas Jombang naik drastis.
Selain itu, petani semringah lantaran harga jual tembakau tinggi. Produktivitas panen tembakau tahun ini cukup tinggi.
Berdasarkan penjelasan dari pengurus APTI Kabupaten Jombang kepada Dinas Pertanian Jombang menyebut, bahwa tahun ini luasan tanam tembakau di Kabupaten Jombang mengalami kenaikan dari sebelumnya
5.593,64 hektare di tahun 2023 naik menjadi 6.154,4 hektare di tahun 2024.
”Seluruhnya tersebar di 5 Kecamatan di utara brantas, yakni Ngusikan, Plandaan, Kabuh, Ploso, dan Kudu,” terang Kepala Dinas Pertanian Jombang M Rony.
Pihaknya menyebut, wilayah paling luas sebagai penanam tembakau berada di Kecamatan Kabuh dengan total 2.245 hektare.
Disusul Kecamatan Kudu dengan 1.468 hektare, dan Kecamatan Ploso seluas 1.383 hektare.
”Namun, untuk produktivitasnya, Kecamatan Kudu jadi yang terbaik dengan 16 ton per hektare, sementara di Kabuh dan Ploso, produktivitasnya mencapai 13-14 ton per hektarnya,” rincinya.
Pihaknya juga menyebut, kemarau panjang yang datang tahun ini juga membuat produktivitas panen tembakau melonjak.
”Untuk tahun ini, laporan dari teman-teman bukan cuma daun utama dan anakannya saja, bahkan sampai daun robyongnya itu masih bisa dipanen dan laku,” jelas M. Rony.
M. Rony juga menjelaskan, masa panen raya tembakau di Jombang memang sudah memasuki masa akhir.
Dari laporan terakhir di minggu ke III September 2024 paling tidak sudah 80 persen tanaman tembakau yang telah dipanen petani.
”Jadi hanya sekitar 20 persen yang tersisa sekarang,” katanya.
”Harga daun basah masih di Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogramnya, sementara untuk rajangan tembakau kering, harganya mencapai Rp 58 ribu dan tembakau Janturan tembus Rp 60.000 — 62. 000, “pungkas M. Rony. (seco).












