Radarposnusantara.id — Perayaan Sedekah Desa Ujud kepedulian mengenang jasa-jasa para leluhur demi melestarikan kearifan Budaya lokal , adapun lokasi pelaksana Di areal Pepsodent ” Sentono Rejo makam Kek Tong – yang babat alas Cikal Bakal Desa Keras Sabtu 18 / 07 / 2005 Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Perayaan di ikuti dari Pajajaran Kepala Desa toko Masyarakat, toko agama Toko adad,Seluruh elemen warga masyarakat tak. Ketinggalan warga masyarakat manca Desa.
Peserta perayaan Terdiri dari. Sukardi Kepala Desa Keras,menggunakan adad Jawa menggunakan Kereta kencana ( Dokar ) dikawal oleh Prangkat berkolaborasi dengan warga masyarakat ,bak seperti alah keraton ber iringan- iringan dengan pakaian adad Jawa dan adad dari berbagai aneka ragam budaya yang
ada di Indonesia,disamping itu ada pencak silat Reog Ponorogo.
Pemberangkatan mulai Stat jam 008.008 wib di jalan depan Balai Kantor Desa Keras Finis Di Pepundent Sentono Rejo yaitu makan – Kek Tong- yang babat alas Desa kerat,jarak jauh perjalanan itu kurang lebih. 2 Km selama perjalan antusias warga masyarakat serta para penonton sambutan sangat luar biasa.
Sesampai di Finis semua peserta ber kumpul di dalam areal Makam Sentono Rejo guna melaksanakan Ritual paling sakral ,namun sebelum puncak menampilkan tarian -tarian putra -putri dan peragaan aktraksi silat dari SHT .
Di lanjut puncak acara Ritual sakral ini merupakan Kenduri tumpengan Tahlil dan Do-a bersama,pahalanya buat para leluhur yang sudah mendahului kita semua di samping itu pahalanya buat khusus pada warga masyarakat di jauhkan dari balak,rejeki yang barokah anak turun kita di selamatkan dunia akhirat Amiin.
Sukardi Kepala Desa Keras dalam Sambutanya mengharapkan kusus warga Masyarakat Desa Kerat ini jangan sampai melupakan para leluhur yang babat alas karena tanpa beliau tidak ada namanya Desa Keras mari kita jaga untuk melestarikan budaya lokal yang telah kita rintis dan harus di tindak lanjuti ,kedepan barang siapa setelah penerus Kepala Desa harus di laksanakan kegiatan Sedekah Desa, jangan Sampai melupakan jasa-jasa para leluhur -telah berbuat besar pada Desa – Pungkas Kades. (Red/Time)












