Merajut Rindu di Tanah Tambar Catatan Hangat Reuni Akbar Lintas Generasi Jilid 2 MI Babussalam

Radarposnusantara.id —
Pagi itu, mentari di atas Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang ,Jawa Timur memancarkan kehangatan yang berbeda. Gerbang MI Babussalam yang biasanya terdengar riuh tawa oleh polos anak-anak berseragam merah-putih dan hijau khas madrasah, kini dipadati oleh langkah-langkah kaki yang sarat akan nostalgia. Puluhan hingga ratusan pasang mata menatap fasad sekolah yang berdiri kokoh di Jalan Masjid Al-Mukhlisin Nomor 49 tersebut. Ada rasa haru, rindu, dan sejuta memori yang mendadak menyeruak kembali, Minggu (11/10/2026).

Madrasah yang telah menorehkan sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1947 kini menjadi saksi bisu bersatunya kembali lintas generasi dalam tajuk ” Reuni Akbar MI Babussalam lintas generasi jilid 2 ” dengan tema ” Bersama Melangkah , Raih Silaturahmi Penuh Berkah ”

Sejak pukul 07.00 WIB, suasana halaman madrasah sudah dipenuhi riuh rendah suara obrolan. Banner besar bertuliskan ucapan selamat datang menyambut para alumni, mulai dari angkatan sepuh yang rambutnya telah memutih, hingga para alumni muda yang baru beberapa tahun lalu lulus dari bangku madrasah ibtidaiyah ini. Genggaman tangan yang erat, pelukan hangat, hingga pekikan heboh saat mengenali wajah teman sebangku belasan atau puluhan tahun lalu menjadi pemandangan yang mengharukan di setiap sudut halaman.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tahlil bersama, mengirimkan doa terbaik untuk para muassis (pendiri), sesepuh, serta bapak dan ibu guru yang telah mendahului berpulang. Detik itu, keheningan sempat merayap, membawa ingatan semua yang hadir pada sosok-sosok ikhlas yang dulu dengan sabar menuntun mereka mengeja huruf hijaiyah dan menuliskan angka di papan tulis hitam.

“Madrasah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi tempat karakter dan pondasi keimanan kita dibentuk,” ujar salah seorang perwakilan alumni senior

Kalimat itu disambut anggukan takzim dari seluruh hadirin. Sesi sambutan dari kepala madrasah dan tokoh masyarakat Tambar semakin menegaskan betapa MI Babussalam tetap eksis dan terus mencetak generasi-generasi berprestasi, mulai dari tingkat kecamatan hingga kancah syiar nasional.

Memasuki acara inti, suasana formal mencair menjadi panggung penuh tawa. Panitia menyediakan sesi “Nostalgia Kelas”, di mana para alumni dipersilakan berkeliling melihat ruang-ruang kelas mereka dulu. Sambil menunjuk sudut jendela atau bangku kayu, mereka saling melempar cerita jenaka masa lalu—tentang jajan sempol dan es lilin di luar pagar, momen dihukum hafalan surat-surat pendek karena lupa belajar, hingga keseruan kegiatan market day atau karnaval agustusan yang tak pernah terlupakan.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Sambil menikmati hidangan khas Jombang, hiburan musik islami dan selawat mengalun syahdu, menemani obrolan yang tak kunjung usai. Foto bersama per angkatan menjadi sesi wajib. Kamera silih bergantian menjepret senyum-senyum sumringah para alumni yang kini telah menempuh jalan hidup masing-masing; ada yang menjadi guru, pengusaha, perangkat desa, pekerja profesional, hingga ibu rumah tangga, namun hari ini, semuanya melebur kembali menjadi satu: santri MI Babussalam.

Ketika jarum jam bergerak menuju sore dan acara harus diakhiri, ada berat yang menggelayut di dada saat harus saling mengucap salam perpisahan. Namun, Reuni Akbar ini telah berhasil menunaikan tugasnya. Ia tidak hanya mengobati rindu yang tertimbun waktu, tetapi juga merajut kembali tali silaturahmi yang sempat renggang oleh kesibukan duniawi.

Dari pantauan awak media Radarposnusantara.id bumi Tambar, Jogoroto, para alumni pulang membawa sejuta kenangan lama dan semangat baru, berjanji untuk terus menjaga nama baik almamater, serta berkomitmen saling bahu-membahu memajukan MI Babussalam tercinta agar tetap jaya di masa-masa yang akan datang. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *