Makna Hari Raya Idul Adha Ditengarai Dengan Penyembelihan Hewan Kurban

Radarposnusantara.id —
Hari Raya Idul Adha berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban, biasanya yang disembelih adalah sapi, kambing, atau domba, sehingga seringkali disebut sebagai Hari Raya Kurban.

Proses penyembelihan hewan kurban diatur oleh aturan-aturan tertentu, sehingga tidak semua orang dapat melakukannya dengan sembarangan.

Selain itu, dalam menyambut Idul Adha, penting untuk memahami makna berkurban. Kurban merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap tahun oleh Umat Islam se dunia khususnya pada bulan Zulhijah.

Pada momentum yang baik ini, Hari Raya Idul Adha warga masyarakat Dusun Tambar Genengan, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang , melaksanakan Sholat Idul Adha di Musholla Nurul Iman , Rabu (27/5/2026) 10 Zulhijah 1447 H pukul 06,00 WIB – Selesai

Kegiatan sakral yang penuh makna ini hadir penceramah Agama Ustadz Mohammad Hilmi S,Pdi (khotib,red) Mustofa S,Pdi ( bilal,red) dan ratusan jamaah Sholat Idul Adha lainnya

Dalam ceramahnya Ustadz Mohammad Hilmi S,Pdi menjelaskan ,” Hari Raya kurban merupakan kesempatan yang baik bagi umat Islam untuk membagikan sebagian dari hartanya (kurban,red) dengan menyembelih hewan ternak untuk dibagikan sesama umat Islam yang membutuhkan,” ujarnya

Ustadz Hilmi menambahkan bahwa melakukan kurban sama dengan mensucikan harta

” Melakukan kurban bisa menjadi cara untuk mensucikan harta bagi yang melaksanakannya. Kurban dapat diibaratkan sebagai proses membersihkan harta. Dengan begitu kita dapat terhindar dari perasaan iri, dengki, dan emosi negatif lainnya,” tambahnya

Di harapkan , hewan yang dikurbankan akan menjadi saksi serta sarana bantu di saat nanti menghadap Allah SWT

” Bagi umat Islam yang melaksanakan kurban. Hewan kurban ini akan menjadi sarana perjalanan untuk selamat di saat melewati jalan yang lurus (syirotol mustaqim,red),” tutupnya

Sementara itu, Riadi yang nota benanya Kabiro Jombang Media Radarposnusantara.id memaparkan asal mula ketika Nabi Ibrahim AS mendapat wahyu dari Alloh SWT

Ketika Nabi Ismail A.S menginjak usia remaja, Nabi Ibrahim A.S mendapat wahyu melalui mimpi bahwa ia harus menyembelih putranya,Nabi Ismail AS ,Dalam Islam, mimpi seorang Nabi merupakan salah satu cara Allah SWT menurunkan wahyu.

Oleh karena itu, perintah dalam mimpi tersebut harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim A.S. Akhirnya, Nabi Ibrahim A.S menyampaikan isi mimpinya kepada Nabi Ismail AS dan menyatakan bahwa ia harus melaksanakan perintah Allah SWT

“Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka, pikirkanlah apa pendapatmu?” Nabi Ismail A.S pun menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah, engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS Ash-Shaffat: 102).

Kemudian, Nabi Ibrahim A.S membaringkan anaknya dan bersiap untuk melakukan penyembelihan. Nabi Ismail A.S pun siap mematuhi perintah ayahnya. Mereka berdua menunjukkan keteguhan, ketaatan, dan kesabaran dalam menjalankan perintah tersebut.

Ketika Nabi Ibrahim A.S hendak mengayunkan parang, Allah SWT menggantikan tubuh Nabi Ismail AS dengan seekor domba jantan besar dari surga, yang berwarna putih, bermata bagus, bertanduk.

Kejadian ini merupakan mukjizat dari Allah SWT yang menunjukkan bahwa perintah pengorbanan Nabi Ismail A.S hanyalah ujian semata untuk mengukur cinta dan ketaatan Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail kepada Allah SWT

Di tengah suasana sakral itu , ada satu pertanyaan penting yang layak kita renungkan bersama : Apakah distribusi daging kurban selama ini sudah benar – benar menghadirkan keadilan sosial ???

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah serta makna dari hari raya kurban. Semoga bermanfaat.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *