Radarposnusantara.id — Pemkab Jombang salurkan bansos bagi 2.495 penerima PPKS dan PSKS besok, 16 Maret 2026. Bantuan berupa uang tunai Rp100.000 dan beras 5 kg bersumber dari APBD.
Menghadapi tren kenaikan harga beras, Pemerintah Kabupaten Jombang mengambil langkah cepat dengan mengucurkan bantuan sosial bagi ribuan warga. Sebanyak 2.495 paket bantuan berupa beras dan uang tunai dipastikan cair serentak pada Senin, 16 Maret 2026. Langkah ini menjadi strategi daerah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat kelas bawah di tengah tekanan ekonomi.
Bantuan yang bersumber dari APBD 2026 ini menyasar kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). Setiap penerima manfaat akan mengantongi uang tunai sebesar Rp100.000 serta beras kualitas premium kemasan 5 kilogram.
Validasi Ketat Demi Ketepatan Sasaran
Data penerima tahun ini merupakan hasil penyaringan ketat yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Dari total 2.495 penerima, mayoritas merupakan kategori PPKS sebanyak 2.200 orang, sementara 295 lainnya berasal dari kategori PSKS.
“Penyaluran ini adalah wujud nyata perlindungan sosial daerah. Kami ingin memastikan warga miskin tidak sendirian menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok,” ungkap Anita Rachmawati, Kasie Pemenuhan Kebutuhan Dinas Sosial Jombang.
Mekanisme Penyaluran Tanpa Antrean Panjang
Untuk menjamin kenyamanan warga, panitia membagi lokasi penyaluran menjadi beberapa titik guna mencegah kerumunan.
Titik Pusat: Lapangan Pemkab Jombang (pukul 07.30 WIB) untuk 910 warga Kecamatan Jombang, termasuk petugas kebersihan dan perhubungan.
Titik Sebar: Kantor Kecamatan dan OPD terkait (pukul 08.00 WIB) untuk 1.585 penerima lainnya.
Sinergi antara Dinas Sosial, Satpol PP, dan Polres Jombang telah disiagakan untuk mengawal proses registrasi hingga bantuan fisik berpindah tangan secara tertib.
Dampak Nyata Jaring Pengaman Sosial
Bantuan ini diharapkan menjadi “napas segar” bagi para pekerja sektor informal dan warga prasejahtera. Dengan kombinasi bantuan tunai dan pangan, Pemkab Jombang berusaha menutup celah defisit pengeluaran rumah tangga yang sering kali membengkak akibat harga beras yang tidak menentu di pasaran. (seco)












