Radarposnusantara.id — Dalam upaya mempercepat penanganan pemukiman kumuh di Kabupaten Jombang pada tahun 2023, Dinas Perkim melaksanakan program kolaboratif dengan melibatkan desa-desa setempat. Tindakan ini sebagai tindak lanjut pasca pendelegasian kawasan kumuh, terutama di area yang sering tergenang air saat musim hujan.
Proses pendelegasian kawasan kumuh dilakukan melalui pemetaan berbasis ArcGIS menggunakan peta digital. Di era digital yang kaya informasi dan data, visualisasi geografis menjadi semakin penting. Sebagai representasi visual data geografis, pemetaan berperan krusial dalam berbagai bidang, termasuk perencanaan kota, pengelolaan sumber daya alam, analisis lingkungan, dan penelitian ilmiah.
Peta digital, dengan aksesibilitas yang tinggi, kemudahan pembaruan, dan kemampuan analisis yang mendalam, telah menjadi pilihan utama dibandingkan peta konvensional. Namun, pembuatan peta digital yang akurat, informatif, dan menarik secara visual memerlukan keahlian dan pengalaman khusus.
Inovasi yang dilakukan oleh Dinas Perkim Kabupaten Jombang telah menjadikan daerah ini sebagai salah satu lokasi uji coba Kementerian PUPR di Provinsi Jawa Timur, dalam rangka penyusunan RPJMN 2025-2030.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, masyarakat juga dilibatkan untuk memberikan masukan serta pendapat, sehingga penanganan pemukiman kumuh dapat lebih tepat sasaran. Sosialisasi dan pelatihan bagi penduduk setempat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.
Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis data, Jombang berusaha menghadirkan solusi yang berkelanjutan untuk masalah pemukiman kumuh, memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan aman.(seco)












