Radarposnusantara.id
Sekelompok aktifis yang tergabung dalam wadah Forum Rakyat Jombang (FRJ) itu membuka posko pengaduan dan dukungan penolakan kenaikan tarif pajak di Kabupaten Jombang.
Sejak dibuka tanggal 29 Agustus 2025, posko pengaduan tolak kenaikan pajak di pintu timur Kebon Rojo, telah mendapat seribu lebih tanda tangan dukungan dalam bingkai baliho sebesar 2 X 4 meter yang disediakan di depan posko.
Posko pengaduan ini dimanfaatkan untuk mendapatkan tanda tangan dukungan dari warga masyarakat dengan tujuan dari warga masyarakat agar Bupati Jombang Warsubi membatalkan segala macam kenaikan pajak yang diberlakukan di wilayah Jombang.
Forum Rakyat Jombang itu dalam menjalankan aksinya menyediakan sebuah baliho putih, tempat tanda tangan dukungan atas gerakan tersebut sebanyak empat lembar berukuran 2 X 4 meter.
Salah satu peserta aksi, Aan Teguh Prihatno menyampaikan, sudah empat lembar habis dan akan terus dibikinkan lagi banner untuk tanda tangan masyarakat Jombang.
“Ini bukti bahwa masyarakat Jombang benar- benar tidak menghendaki kenaikan pajak,” tegas Aan, Selasa ,(2/9/ 2025).
Hal itu tampak terlihat, salah satu masyarakat yang turut membubuhkan tanda tangan penolakan kebijakan kenaikan tarif pajak dengan penuh semangat.
Diungkapkan, Ferlik Yonata warga Ngoro, dengan adanya posko yang didirikan ini sangat membantu masyarakat dalam penyampaian aspirasi. Terlebih posko ini juga memberikan gambaran bahwa aksi tidak harus anarkhis.
“Karena ini negara demokrasi dan berhak berpendapat. Kita ini satu bangsa dan tanah air. Maka penyampaian pendapat juga mengedepankan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.
Dengan adanya posko ini, Ferlik berharap pemerintah mengatur ulang kebijakan yang dirasa memberatkan masyarakat
“Kami mendukung adanya upaya posko ini agar Pemerintah Kabupaten segera menurunkan pajak seperti semula. Kondisi masyarakat sudah banyak beban,” ujar Ferlik yang bekerja di salah satu klinik Fisioterapi itu.
Sementara, Koordinator Lapangan (Korlap) FRJ Soehartono menegaskan posko ini bentuk menampung aspirasi masyarakat menolak kenaikan pembayaran PBB P2 tahun 2025, yang dihitung berdasarkan Perda 13/2023.
“Kami menghendaki agar penghitungan pembayaran PBB P2 2025 ini dikembalikan pada aturan perda sebelumnya (Perda Tahun 2022),” tandas Soehartono.
Posko ini, menurut dia, digunakan untuk menampung aspirasi dan keberatan atas kebaikkan PBB P2 berdasarkan Perda 13 / 2025. Dimana warga menilai bahwa kenaikan PBB P2 itu mengejutkan dan terlalu tinggi. Terlebih di tengah tekanan ekonomi.
“Ini tidak masuk akal bila kenaikan pajak itu sampai 400 hingga 1000 lebih. Bukankah Bupati Jombang telah melakukan revisi atas kenaikan tarif PBB P2 itu 13 Agustus 2025 lalu, tetapi intinya revisi itu tetap ada kenaikkan berapapun kenaikannya. Ini persoalan utamanya,” ujar dia.
Diketahui, Bupati telah mengirimkan revisi kenaikan PBB P2, yang bertujuan menurunkan tarif PBB P2 yang sebelumnya naik sampai 1.202%. Revisi Perda tersebut sudah tuntas pada 13 Agustus 2025 lalu. Dengan perubahan sebagai berikut:
Tarif PBB P2 di revisi menjadi 4 klaster sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yaitu:
NJOP Rp 0 sampai Rp 1 miliar tarif 0,125%, NJOP Rp 1-2,5 miliar tarif 0,15%, NJOP Rp 2,5-5 miliar tarif 0,175%, NJOP di atas Rp 5 miliar tarif 0,2%.
Soehartono menegaskan, bahwa permintaan rakyat jombang itu tidak ada kenaikan dan pemerintah wajib membatalkan.
“Yang kami minta tidak ada kenaikan tarif pajak .Dan kembalikan ke perhitungan kenaikan pada perda sebelumnya,” tegas Soehartono.
Untuk menyikapi itu, kata dia, FRJ akan menyelenggarakan serangkaian agenda, yakni posko pengaduan pajak di pusat kota yang berlangsung sampai tanggal 15 September, menggelar tanda tangan dukungan yang akan dilakukan dari desa-desa dan aksi demonstrasi.
“Penggalangan tanda tangan ke desa-desa sampai tanggal 15 September. Selanjutnya pada tanggal 15 September melakukan aksi demonstrasi ke Pemkab Jombang, untuk menuntut agar Perda 13/2. (seco)
Berita Terkait
*Polda Jatim Ziarah dan Tabur Bunga di TMP, Kenang Jasa Pahlawan Jelang Hari Bhayangkara ke-80* SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November Surabaya dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara yang dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Jatim dan anggota. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, ziarah dan tabur bunga menjadi tradisi yang sarat makna dalam setiap peringatan Hari Bhayangkara. Menurut Kombes Abast, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa meneladani semangat juang para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. “Ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” ujar Kombes Abast. Kabid Hunas Polda Jatim juga menegaskan, semangat pengabdian, pengorbanan, serta loyalitas para Pahlawan akan menjadi teladan bagi Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Masih kata Kombes Abast, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polda Jatim untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin meneguhkan komitmen Polri, khususnya Polda Jawa Timur, untuk terus hadir sebagai institusi yang Presisi, humanis, serta semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Kombes Abast. Ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi simbol penghargaan mendalam atas pengorbanan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai patriotisme dan pengabdian harus terus dijaga dan diwariskan kepada setiap generasi penerus, termasuk seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. (*)
*Polda Jatim Ziarah dan Tabur Bunga di TMP, Kenang Jasa Pahlawan Jelang Hari Bhayangkara ke-80* SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 November Surabaya dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara yang dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Jatim dan anggota. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, ziarah dan tabur bunga menjadi tradisi yang sarat makna dalam setiap peringatan Hari Bhayangkara. Menurut Kombes Abast, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi seluruh anggota Polri agar senantiasa meneladani semangat juang para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. “Ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang, menghormati, dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” ujar Kombes Abast. Kabid Hunas Polda Jatim juga menegaskan, semangat pengabdian, pengorbanan, serta loyalitas para Pahlawan akan menjadi teladan bagi Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Masih kata Kombes Abast, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polda Jatim untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin meneguhkan komitmen Polri, khususnya Polda Jawa Timur, untuk terus hadir sebagai institusi yang Presisi, humanis, serta semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Kombes Abast. Ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi simbol penghargaan mendalam atas pengorbanan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai patriotisme dan pengabdian harus terus dijaga dan diwariskan kepada setiap generasi penerus, termasuk seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. (*)