Menyambut Hari Raya Idul Adha Ditengarai Dengan Penyembelihan Hewan Kurban.

Radarposnusantara.id
Hari Raya Idul Adha berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban, biasanya yang disembelih adalah sapi, kambing, atau domba, sehingga seringkali disebut sebagai Hari Raya Kurban.

Proses penyembelihan hewan kurban diatur oleh aturan-aturan tertentu, sehingga tidak semua orang dapat melakukannya dengan sembarangan.

Selain itu, dalam menyambut Idul Adha, penting untuk memahami makna berkurban. Kurban merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat Islam se dunia khususnya pada bulan Zulhijah.

Pada kesempatan yang baik ini ,di Hari Raya Idul Adha warga masyarakat Dusun Tambar Genengan, Rt 04 dan Rt 05/Rw 04 Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang , Jum’at (6/6/2025) melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah di musholla Nurul Iman (10 Zulhijah 1446 H)
mulai pukul 06,00 WIB – Selesai

Kegiatan sakral yang penuh makna ini hadir penceramah Agama Ustadz Khafid Al Khafid S,Pdi (khotib,red) Mustofa ( bilal,red) Abdul Qodir (takmir,red) ,Ahmad Rifa’i (Rt 05), Masrukan (Rt 04) dan ratusan jamaah Sholat Idul Adha lainnya

Dalam ceramahnya Ustadz Khafid Al Khafid S,Pdi menjelaskan ,” Hari Raya kurban merupakan kesempatan yang baik bagi umat Islam untuk membagikan sebagian dari hartanya (kurban,red) dengan menyembelih hewan ternak yang ditujukan atau dibagikan sesama umat Islam yang membutuhkan,” ujarnya

” Melakukan kurban bisa menjadi cara untuk mensucikan harta bagi umat Muslim yang melaksanakannya. Kurban dapat diibaratkan sebagai proses membersihkan harta. Dengan membersihkan harta, kita dapat terhindar dari perasaan iri, dengki, dan emosi negatif lainnya,” tambah Pak Ustadz

Di harapkan , hewan yang dikurbankan akan menjadi saksi serta sarana bantu dari Allah SWT bagi umat Islam yang melaksanakan kurban. Hewan kurban ini juga akan menjadi sarana perjalanan bagi mereka untuk selamat saat melewati jalan yang lurus (syirotol mustaqim,red)
untuk menjauhkan dari api neraka yang menyala,” tutupnya

Sementara itu, Riadi yang nota benanya sebagai Kabiro Media Radarposnusantara.id memaparkan asal mula ketika Nabi Ibrahim AS mendapat wahyu dari Alloh SWT

Ketika Nabi Ismail A.S menginjak usia remaja, Nabi Ibrahim A.S mendapat wahyu melalui mimpi bahwa ia harus menyembelih putranya, Ismail. Dalam Islam, mimpi seorang Nabi merupakan salah satu cara Allah SWT menurunkan wahyu.

Oleh karena itu, perintah dalam mimpi tersebut harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim A.S. Akhirnya, Nabi Ibrahim A.S menyampaikan isi mimpinya kepada Ismail dan menyatakan bahwa ia harus melaksanakan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya

“Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka, pikirkanlah apa pendapatmu?” Nabi Ismail A.S pun menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah, engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS Ash-Shaffat: 102).

Kemudian, Nabi Ibrahim A.S membaringkan anaknya dan bersiap untuk melakukan penyembelihan. Nabi Ismail A.S pun siap mematuhi perintah ayahnya. Mereka berdua menunjukkan keteguhan, ketaatan, dan kesabaran dalam menjalankan perintah tersebut.

Ketika Nabi Ibrahim A.S hendak mengayunkan parang, Allah SWT menggantikan tubuh Nabi Ismail A.S dengan seekor domba jantan besar dari surga, yang berwarna putih, bermata bagus, dan bertanduk.

Kejadian ini merupakan mukjizat dari Allah SWT yang menunjukkan bahwa perintah pengorbanan Nabi Ismail A.S hanyalah ujian untuk mengukur cinta dan ketaatan Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail kepada Allah SWT

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah serta makna hari raya kurban. Semoga bermanfaat bagi kita semua , amin. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *