Radarposnusantara.id –– polres Jombang Polda Jatim, Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si buka puasa bersama (Buber) serta berbagi santunan kepada 75 anak yatim piatu di Panti Asuhan Al Qarni, Jl. Simpang Sulfat Utara (Rabu, 5/3/2025).
Bukber ini bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Polresta Malang Kota Polda Jatim bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kepedulian sosial dengan masyarakat.
Dalam suasana penuh kehangatan, Kombes Pol Nanang bersama seluruh PJU Polresta Malang Kota Polda Jatim berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran tugas kepolisian dalam mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di Panti Asuhan Al Qarni, sebagai rasa syukur atas kelancaran dalam bertugas. Semoga silaturahmi ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ungkap Kombes Pol Nanang.
Selama kunjungan, Kapolresta Malang Kota juga bercengkerama dengan anak-anak panti, memberikan motivasi dan semangat agar mereka terus belajar untuk meraih cita-cita mereka, diantaranya ada yang ingin menjadi anggota Polri, Polwan, maupun TNI.
Pimpinan Panti Asuhan Al Qarni, Bapak Tri Waluyo, menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi kepedulian Polresta Malang, baik dalam bentuk santunan maupun motivasi kepada anak-anak yatim piatu.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Kapolresta beserta jajaran. Kepedulian dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan membawa berkah bagi semuanya,” ujar Tri Waluyo.
Tidak hanya berlangsung di Panti Asuhan Al Qarni, Kapolresta Malang Kota juga menginstruksikan seluruh Polsek jajaran untuk melaksanakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, menanamkan nilai empati, serta memperkuat semangat berbagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Safari Ramadhan Polresta Malang Kota terus berlanjut dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, guna membangun hubungan yang lebih erat antara kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat.
“Polri tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi sebagai pelindung dan pengayom yang selalu peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.