Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Peduli kesejahteraan anggota, Kapolda Jawa Timur, Komjen Pol Imam Sugianto melaksanakan groundbreaking Perumahan bersubsidi untuk Anggota Polri di Bangkalan, Selasa (4/3/2025).
Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di 34 Polda seluruh Indonesia melalui zoom clouds meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait dari Karawang, Jawa Barat.
Di wilayah Jawa Timur, perumahan subsidi bagi anggota Polri akan dibangun di atas lahan seluas 300 hektar yang terletak di Perum Kokoh City, Jalan Sukolilo Tebul, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Pulau Madura.
“Alhamdulillah siang ini kita ikuti acara video conference dengan Bapak Kapolri yang berposisi di Karawang bersama Bapak Menteri Perumahan, melaunching pertama dalam rangka pembangunan rumah bersubsidi pegawai negeri pada Polri seluruh Indonesia secara serentak,” ujar Kapolda Jatim di Bangkalan.
Komjen Pol Imam Sugianto menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari target yang dicanangkan oleh Menteri Perumahan untuk membangun 3 juta rumah dalam satu tahun.
Perumahan di Bangkalan ini akan dibangun oleh PT. Kokoh Eksa Nusantara di atas lahan yang masih tersisa seluas kurang lebih 300 hektar.
Kapolda Jatim menyampaikan bahwa dari sekitar 41 ribu anggota Polri di Jawa Timur, 27 ribu di antaranya sudah memiliki rumah, sementara lebih dari 13 ribu anggota masih belum memiliki rumah sendiri.
“Itu yang akan kita jadikan sasaran target, bagaimana anggota-anggota kita, khususnya yang bujang dapat menabung membangun rumah untuk mengikuti program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” jelasnya.
Kapolda Jatim berharap dengan program ini dapat memenuhi kesejahteraan anggota dan pegawai negeri pada Polri dalam hal ini Polda Jawa Timur.
“Saya berharap dan kita targetkan mudah-mudahan Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang bisa membangun terbanyak, khususnya untuk pegawai negeri pada Polri di seluruh jajaran seluruh Indonesia, khususnya anggota yang di Jawa Timur,” pungkas Kapolda Jatim. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.