Radarposnusantara.id – Polres Jombang Polda Jatim, Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H/ 2025, Kepolisian Resor (Polres) Malang, Polda Jawa Timur, menggelar bakti religi membersihkan rumah ibadah di berbagai wilayah.
Kegiatan yang melibatkan personel Polres Malang Polda Jatim dan Polsek jajaran ini bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan.
Salah satu kegiatan bakti religi ini dilaksanakan oleh personel Polsek Kalipare di Musala Al Ikhlas, yang terletak di Dusun Krajan, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kamis (27/2/2025).
Para personel kepolisian bersama warga bahu-membahu membersihkan berbagai bagian musala, mulai dari lantai, tempat wudhu, hingga mengganti karpet untuk memastikan kenyamanan jamaah.
Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S., menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman.
“Kami ingin memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan,” ungkap AKBP Danang,Kamis (27/2).
Dengan kondisi rumah ibadah yang bersih, diharapkan jamaah bisa lebih khusyuk dalam beribadah.
Selain membersihkan area musala, para personel juga membantu membersihkan halaman, kamar mandi, serta tempat wudhu.
Upaya ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan sosial yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi juga digelar secara bergilir di setiap wilayah Polsek di bawah naungan Polres Malang.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa semua rumah ibadah yang menjadi tempat utama masyarakat dalam beribadah selama Ramadhan dalam kondisi bersih dan nyaman,” imbuhnya.
Kapolsek Kalipare, AKP Basuki Iriyanto, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada pengurus Musala Al Ikhlas.
Aksi bakti sosial ini merupakan bagian dari program kepolisian dalam mempererat hubungan dengan masyarakat, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif menjelang bulan suci Ramadhan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga rumah ibadah di wilayah Kalipare dan sekitarnya tetap terjaga kebersihannya,” kata AKP Basuki. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.