Radarposnusantara.id –– Polres Jombang Polda Jatim, Tak hanya melakukan penindakan terhadap para pelanggar lalulintas di jalan raya, kegiatan humanis bertajuk Jumat berkah juga dilakukan oleh Satlantas Polres Tuban Polda Jatim.
Seperti yang terlihat di jalan Sunan Kalijaga tepatnya didepan SMPN 3 Tuban pada Jumat (14/02/2025) pagi, puluhan anggota satlantas Polres Tuban Polda Jatim berjajar sedang membagikan nasi kotak kepada para pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.
Bertepatan dengan hari Valentine, kegiatan humanis yang dilakukan jajaran Satuan Lalulintas Polres Tuban Polda Jatim itu merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan Operasi Keselamatan Semeru 2025.
Nampak Kapolres Tuban AKBP Oskar Syamsuddin, S.I.K., M.T., didampingi Kasat Lantas AKP Moh. Imam Reza, S.T.K., S.I.K., M.H., ikut dalam kegiatan tersebut
Menurut AKBP Oskar selain penindakan terhadap pelanggar, jajaran Lalulintas juga melaksanakan kegiatan humanis untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang tata tertib berlalulintas.
Dalam kesempatan itu Kapolres Tuban juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar selalu berhati-hati serta tetap mematuhi aturan berlalulintas untuk menjaga keselamatan bersama di jalan raya.
“Hati-hati dijalan ya Pak, ini brosur operasi keselamatan” ucap AKBP Oskar sambil memberikan brosur Operasi Keselamatan Semeru 2025 kepada pengendara.
Tidak hanya itu sebagai bentuk apresiasi, Kapolres Tuban bersama jajaran Lalulintas memberikan boneka, sekuntum bunga serta coklat kepada pengguna jalan yang telah mentaati peraturan berlalulintas.
“Ini sebagai apresiasi kepada pengendara yang sudah sadar dan taat berlalulintas” tutur Oskar.
Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang digelar sebagai upaya menjaga keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H.
Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari dimulai sejak tanggal 10 sampai 23 Februari 2025 di seluruh wilayah Indonesia. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.