Radarposnusantara.id — Polres Jombang Polda Jatim, Nitra Cahnia (35) warga Kelurahan Nambangan Kidul , Kecamatan Manguharjo Kota Madiun salah satu korban curanmor kini tampak riang.
Pasalnya, motor Vario miliknya yang hilang digondol maling, berhasil ditemukan oleh Polres Madiun Kota Polda Jatim.
Awalnya, meski sudah lapor Polisi, ia tak berharap motornya ditemukan kembali.
Karena meski pelaku pencurian motor (curanmor) berhasil ditangkap, belum tentu motornya juga berhasil ditemukan.
“Saya awalnya pasrah, yang penting sudah lapor Polisi,” ungkap Nitra.
Namun perkiraan Nitra ternyata tak seperti kenyataan, setelah Satreskrim Polres Madiun Kota Polda Jatim memberikan kabar bahwa motor dan pelaku curanmornya telah diamankan.
“Saya kaget seakan tak percaya, Alhamdulillah terimakasih kepada Bapak Kapolres Madiun Kota, motor saya ditemukan dan sudah dikembalikan ke saya,” ucap Nitra tersenyum riang, Sabtu (8/2).
Nitra juga mengungkapkan, tak percuma ia lapor Polisi ketika motornya dicuri maling.
Kini tersangka yang diduga terlibat pencurian motor Nitra Cahnia tersebut telah diamankan Polisi.
Tersangka berinisial WS (40) warga Sampang Madura dan DAS (48) warga Wungu Madiun.
Hal serupa juga dialami Kusnadi, yang beberapa waktu lalu sepeda motor Honda Beat nya hilang digasak maling.
Awalnya ia pasrah, namun hal tak terduga motornya ditemukan oleh Satreskrim Polres Madiun Kota Polda Jatim.
“Alhamdulillah, motor saya sudah diserahkan oleh Pak Kapolres Madiun Kota,” ujar Kusnadi.
Tersangka yang terlibat pencurian motor Kusnadi kini juga telah diproses hukum oleh Polres Madiun Kota Polda Jatim.
Tersangka berinisial TH warga Sawahan Madiun yang berptofesi sebagai sopir.
Sementara itu Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto SIK.,MH.,menjelaskan bahwa pengembalian barang bukti ini merupakan bentuk nyata pelayanan Polisi kepada masyarakat.
“Pengembalian barang bukti sepeda motor ini dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan dan pengayoman Polisi kepada masyarakat,” ungkap AKBP Agus.
Dalam jumpa pers tersebut Kapolres Madiun Kota memastikan bahwa siapapun yang berbuat kriminal di wilayah hukum Kota Madiun akan ditindak tegas.
“Kami berkomitmen untuk mengungkap semua kasus kriminal dan kejahatan secara tuntas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat”,tutupnya. (seco)
Berita Terkait
*Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat* Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian. Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026). Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan. Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya. Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.